Homesick

26 januari 2012, sore itu aku merasakan begitu penat akan semua tugas ku pada liburan ini, di dalam lab dari  jam 10 pagi sampai jam 2 malam begitu terus kegiatan ku setiap hari kecuali hari minggu. Begitu monoton, tapi aku harus menjalaninya demi tercapainya targetku.

Penat, bosan, capek semua nya bercampur menjadi satu.Akupun pergi ke toilet untuk mencuci muka dan berharap semua penat itu akan berkurang, saat kembali dari toilet tanpa sengaja aku melintas di depan jendela dan terlihat oleh ku keadaan langit saat itu, terdiam sejenak aku berdiri di depan jendela itu, seperti ada sesuatu yang melintas di fikiranku,  kusempatkan diriku menikmati indahnya langit sambil mencari tau apa yang telah melintas di fikiranku.

Tak lama setelah ku termenung di jendela itu, aku mendapati bahwa suasana saat itu mengingat kan ku pada suasana di tempat asal ku. Hanya saja kali ini dibawah langit itu begitu banyak bangunan tinggi, dan di tempat asal ku keindahan langit tersebut ditambah dengan indahnya hamparan sawah yang sejuk.

Di pontianak tempat asal ku, setiap kali aku merasakan penat akan semua aktifitas aku selalu menyempatkan diri menyendiri di hamparan ladang sambil memandangi langit, disana aku melepaskan semua penat ku, melepaskan semua beban yang ada, dan setelah itu aku merasa jauh lebih baik. Tapi bagaimana dengan disini, ladangnya kecil dan dekat dari jalan raya, sehingga tak cukup nyaman untuk bersantai di tengahnya.

Kalau saja saat itu aku sedang di rumah, pasti aku sudah membersihkan semua beban ku dengan bersantai di tengah hamparan sawah, pergi berkeliling sambil menikmati indahnya sunset. Hal itu begitu sempurna untuk mengobati semua penat dan keluh kesah ku.

Disetiap hari minggu selalu ku sempatkan diriku untuk pergi refreshing, ke pantai yang begitu indah, ke funstation, pergi kebeberapa tempat hiburan, tapi tetap saja penat ini menggantung di dadaku. Karena saat ini aku tidak butuh tempat hiburan seperti apapun, aku tidak butuh tempat refreshing seperti apapun, yang aku butuhkan adalah suasana rumah. Suara orang sekitar rumah yang  dapat membangkitkan aku dari keterpurukan. Suasana yang begitu sempurna untuk mengobati rasa rinduku ini.


Hah, apakah ini karena pengalaman pertamaku dalam merantau, sehingga berat sekali rasanya ketika aku rindu akan suasana rumah.Seandainya saja situasi memungkinkan aku untuk kembali ketempat asalku, kembali dalam kehangatan rumah tangga. 


Leave a Reply