BACA DEH!!! (untuk adik kecilku yang sedang merantau)

Selamat datang mahasiswi baru Universitas Islam Indonesia. 😀
 
Semoga betah tinggal di jogja ya, tenang aja jogja berhati nyaman kok. Abang belum pernah dengar orang nggak suka tinggal di jogja. Yang ada banyak orang yang pingin berlama-lama tinggal di jogja. Hehehe

 

Jangan takut untuk hidup merantau, awalnya memang agak sulit, tapi lama-kelamaan terbiasa dan bisa dibawa asik kok. Asal jangan disalah gunakan aja. Akan ada banyak hal yang bisa kamu pelajari disini, di tanah perantauan. Belajar hidup mandiri, berjuang menghadapi masalah sendiri, belum lagi lingkungan yang mendukung pembelajaran. Dan bakal banyak lagi pelajaran hidup yang bakal kamu temuin di tanah perantauan ini. Eh ada puisi yang sangat abang sukai dari imam syafi’i :
MERANTAULAH
Orang pandai dan beradab tak kan diam di kapung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang

Pergilah, kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

Singa tak kan pernah memangsa jika tak tinggal kan sarang
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak kan kena sasaran

Jika saja matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam,
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman,
Orang-orang tak kan menunggu saat munculnya datang

Biji emas bagai tanah biasa sebelum digali dari tambang
Setelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkan

Kayu gaharu tak ubahnya kayu biasa di dalam hutan
Jika dibawa ke kota berubah mahal seperti emas

Oh iya jangan minder karena nggak keterima di universitas yang diharapkan, kampus ini juga sangat bagus kok. Hanya karna bawaan “swasta” aja makanya selalu menjadi second choice, kampus ini peringkatnya lebih tinggi dari universitas terkenal kayak binus, telkom, trisakti, umy dll. “Man proposes god disposes”, manusia berencana dan tuhan yang menentukan. Dan percaya deh sebaik-baik rencana kita, akan lebih baik rencana tuhan buat kita. Jadi jangan takut tersesat di UII, insyaallah kamu akan tersesat di jalan yang benar. Ya asal niatnya juga masih benar. hehehe

Di kampus ini dosen tidak hanya memberikan ilmu, mereka juga memberikan motivasi, dan yang penting mereka sosok yang inspiratif. Satu hal yang sulit kita dapatkan di kampus biasa. Selain itu kita diajarkan ilmu kuliah yang selalu berpegang sama agama, jadi sudut pandang keislaman akan benar-benar dijaga. Bahkan nggak semua univ islam menerapkan ini.

Oh iya jangan mau jadi jenius yang diam, jadilah mahasiswa aktif. Abang memang belum 100% sukses sih, tpi abang melihat orang hebat itu karena proaktif dan kritis, bukan Cuma orang yang mengikuti arus perkuliahan. Disini abang belajar bahwa nilai itu penting, nilai akan mempermudah kita dalam mendaftar kerja. Hanya saja ada yang lebih penting dari itu, hal itu adalah skill dan pengalaman. Kalo nilai itu mempermudah kita mendaftar, maka skill itulah yang akan menjadi pegangan kita selama berkerja. Sedangkan pengalaman, akan menjadi pegangan kita selama kita hidup. Jadi cari pengalaman dan skill, tpi jangan tinggalkan nilai.

Jangan takut bermimpi dan bersaing, karna dari  dua hal tersebut akan terlahir hal yang besar. Tentu kedua hal tersebut tidak cukup, harus diiringi dengan kerja keras dan kesabaran.

Man jadda wajadda : siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses.
Man shabara Zhafira : siapa yang bersabar akan beruntung.
Man sara ala darbi washala : siapa yang berjalan di jalannya akan sampai ke tujuan.

Kalo punya impian yang besar berarti harus memulai pergerakan yang besar, dan kamu juga harus bersungguh-sungguh untuk mewujudkannya. “Akan tetapi antara sungguh-sungguh dan sukses itu tidak bersebelahan, tapi ada jarak. Jarak ini bisa jadi hanya satu sentimeter, tapi bisa juga ribuan kilometer. Jarak ini bisa ditempuh dalam hitungan detik, tapi juga bisa puluhan tahun.

Jarak antara sungguh-sungguh dan sukses hanya bisa diisi dengan sabar. Sabar yang aktif, sabar yang gigih, sabar yang tidak menyerah, sabar yang penuh dari pangkal sampai ujng yang paling ujung. Sabar yang bisa membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, bahkan seakan-akan itu sebuah keajaiban dan keberuntungan. Padahal keberuntungan adalah hasil kerja keras, doa dan sabar yang berlebih-lebih”  –ahmad fuadi.

Dan ingat poin yang terakhir, berjalan dijalannya. Percuma bersungguh-sungguh untuk sesuatu yang salah. Kalo bapak bilang mah cari ridho allah, dan yang penting pilihan kita diridhoi. Karna bagaimanapun dia nanti yang akan menentukan.

Sekian dulu ya kata pengantar untuk memulai kuliah dari abang, maaf nggak bisa menemani awal semester. Tapi semoga dengan tulisan diatas, bisa memacu semangat razty untuk kuliah disini. hehehe

TTD

Deny Rahmalianto
21-jul-2014 03.10

Leave a Reply