Join Project RMUTT

Baik dimulai dari keberangkatan pada tanggal 21 july 2014. Ini merupakan perjalanan yang telah lama kami impikan, kami mulai dikabari untuk mempersiapkan diri mulai dari 2 tahun yang lalu. Yah walaupun keberangkatan ini masih belum pasti tapi kami sudah diminta untuk mempersiapkan diri. Masing-masing dari kami mempersiapkan diri dengan sangat baik, baik secara mental, bahasa dan kemampuan akademik. Alhasil kami pun terpilih menjadi delegasi Informatika UII dalam program join research di Computer Science RMUTT. Dalam program ini kami akan membuat sebuah kursi roda yang akan dikendalikan dengan perintah suara dari Android. (ANDROID : Salah satu Operating system pada smartphone).
Kami memulai perjalanan dari bandara Adi Sujcipto Jogja jam 12 dan sampai di Soekarno-Hatta Jakarta pada jam 1 siang. Perjalanan ini menggunakan pesawat airUsia, dan penerbangan kali ini merupakan pengalaman penerbangan yang menakutkan. Mungkin karena image pesawat akhir-akhir ini jelek sehingga berfikiran yang tidak-tidak mengenai penerbangan kami. Atau mungkin memang penerbangan kali ini yang jelek. Who knows…
Tapi berdasarkan pengalaman saya yang sudah beberapa kali naik pesawat (*sombongModeOn), memang penerbangan kali ini merupakan penerbangan terburuk yang pernah saya alami. Bagaimana tidak, saat berangkat saja mesin pesawat terdengar seolah berkarat. Sesaat lepas landas pesawat naik dengan sangat tajam, ok aku tau karena perutku merasakan ngilu saat pesawat mulai terbang. Entah karena mindset mengenai penerbangan sedang jelek atau memang pesawat kali ini yang kurang baik. Selama penerbangan juga pesawat bergetar lumayan kuat. Padahal penerbangan yang kami gunakan sudah menggunakan teknologi airbuss yang katanya sudah lebih aerodinamis dan getaran pesawat tidak lagi terasa. Faktanya, pesawat tetap saja bergetar dan getaran tersebut terasa kasar padahal cuaca saat itu sangat cerah.
Berhubung saya duduk di aisle jadi saya lebih memilih tidur dari pada mencemaskan penerbangan. Sampailah saatnya pesawat mendarat, aku dibangunkan oleh pramugara untuk bersiap-siap. Ok, kembali pesawat turun dengan drastis, perutku kembali bergejolak. Dan benar saja pesawat mendarat seperti terhempas, untung saja bannya masih mampu menopang pesawat. Aku sudah berfantasi liar, “bagaimana kalau bannya tidak mampu menopang dan pesawat kami tergelincir di runway, yah setidaknya kami tidak jatuh ditempat berbahaya”, sekilas otakku berfantasi cepat. Dan saat parkir, mesin pesawat kembali bersuara aneh. Yup kali ini aku sudah masa bodoh, yang penting aku selamat. hahaha
Sesampainya di bandara Soekarno-Hatta kami langsung check-in untuk keberangkatan berikutnya. Saya baru tau bahwa setiap penerbangan internasional agak merepotkan. Penjagaan jauh lebih ketat dibanding penerbangan domestik. Disini ada pemeriksaan passport oleh pihak imigrasi, setelah itu scan barang bawaan dan anehnya ikat pinggang harus dilepas. Dan pembawaan makanan dan minuman sangat dibatasi. Padahal hari itu kami puasa dan harus buka di pesawat, sehingga kami memutuskan untuk membawa minuman sendiri. Nah di pemeriksaan barang inilah teman saya terkena kasus(*lebay). Iya tertangkap membawa 2 kaleng minuman, dan pihak bandara memintanya membongkar tas dan mengeluarkan kedua kaleng tersebut.
Setelah pemeriksaan barang kami langsung memasukki ruang tunggu. Dan karena kami transit sampai jam 5 sedangkan saat itu jam 2 jadi ruang tunggu pesawat sangatlah sepi. Tapi mendekati jam 4 suasana ruang tunggu mulai tidak karuan.

suasana ruang tunggu

Yups, it’s time to go, jam 4 lewat 15 menit kami sudah dipanggil. Usai sudah penantian transit kami *lebay. Ini penerbangan international kami yang pertama kali. Walaupun malu, tapi kami tetap mengabadikan moment ini. Karna memang banyak orang yang mengambil gambar disekitar pesawat jadi kami semakin percaya diri.

but first let me take a picture
Setelah itu kami memasukki pesawat, dan baru tau kalo penerbangan internasional di kabinnya dikasi alat sejenis blower, entah apa gunanya, atau mungkin agar terlihat keren saja.
dilangit-langit ada asap nggak jelas
Perjalanan menuju Bangkok memakan waktu sekitar 3 jam 15 menit. Kali ini aku duduk di dekat jendela, what a great opportunities to see Bangkok from above. Yup, pantas saja kami cepat disuruh masuk pesawat, ternyata pada saat mau terbang malah pesawatnya mengantri lama. Terlihat ada 4-5 pesawat yang telah antri di depan kami terlebih dahulu. Ok sabar aja..
Akhirnya jam buka tiba, si gelis (pramugari) memberitaukan kepada kami sudah saatnya berbuka puasa. Tapi saat melihat menu di pesawat aduh mak, mending abang puasa sampai jam 8 aja deh. Nunggu disana baru makan, untung ada bawa milo sendiri yang alhamdulillah lolos dari pemeriksaan imigrasi. Tapi untuk makan ya perlu bersabar 2 jam lagi.
Sudah saatnya mempersiapkan diri untuk mendarat. Yup aku tertidur dan ketika dibangunkan, wow what an amazing view we got. Kami disambut dengan permadani lampu diseluruh kota bangkok. Dari atas terlihat bahwa kota ini sangat luas sekali, yah setidaknya jauh lebih luas dibandingkan dengan jogja. Terlihat juga kalau kota ini memiliki manajemen trafik yang sangat baik karena tidak terlihat adanya kemacetan. Sekilas terlihat tata kota mereka sangat baik. Maaf kamera tidak diizinkan di dalam pesawat. Jadi gambar dibawah saya ambil dari google.
bangkok at night
Setelah turun dari bandara aku langsung mencari signal, dan alhamdulillah kartu sim cardku masih bisa digunakan untuk sms walaupun signalnya ROAMING dan biaya sangat MAHAL. Setidaknya aku bisa mengabari kondisiku kepada orang tua.
Sampai dibandara kembali ada pengecekkan passport oleh pihak imigrasi setempat. Salah seorang petugas menanyakan alamat tinggal saya di Bangkok, tentu saja saya tidak tau, yang saya tau saya akan tinggal di asrama universitas di RMUTT. Setelah bernegosiasi dengan dosen kami, imigrasi pun mempersilahkan kami untuk lewat.
Begitu keluar bandara teman dan kenalan lama telah menunggu kami, ya mereka adalah phor yang merupakan delegasi RMUTT ke UII 3 bulan yang lalu, dan beberapa professor yang 3 bulan lalu mengantar phor ke UII. Tapi sebelum kami berangkat dengan mereka kami harus mengambil uang bath terlebih dahulu. Yah aku langsung menukarkan uang 10.000 bath atau senilai dengan Rp. 3.769.847 dan dikenakan biaya penarikan Rp 180.000.
Setelah beberapa sapaan hangat akhirnya waktunya makan. This is what i really need, i’m so hungry this time. We can’t say this is as jetlag because the timezone between jogja and bangkok are same. Baiknya mereka, kami diajak ke KFC dan bebas memilih apa aja yang kami inginkan.  Padahal kami beli untuk sahur sekalian.
Akhirnya kami tiba di Asrama, ini lebih tepat disebut sebagai Apartment. Ada TV, AC, Shower, Kompor Gas dan kulkas. Bahkan lebih nyaman disini dibandingkan kosku di Jogja. Dan beruntungnya kami tidak perlu membayar semua ini, kecuali listrik dan air yang katanya disini sangat murah.
Asrama

Leave a Reply