Join Project RMUTT part 1

Faculty of Science and Technology RMUTT
22 july 2014, Hari ini hari pertama kami di Bangkok. Jadwal hari ini adalah serah terima mahasiswa dan perkenalan dengan beberapa prof (dalam bahasa thai disebut acan) yang akan membimbing kami 2 bulan kedepan. 
Kata sambutan dari RMUTT

Paginya kami berkumpul di Hall fakultas, setelah dekannya datang kami langsung masuk ke ruang sidang untuk melakukan serah terima mahasiswa. Yah sambutan hangat kepada kami dan juga ada kesan dan pesan dari fai selaku delegasi RMUTT pada join project di UII.
Hall Fakultas ilmu dan komputer
Serah terima Mahasiswa dari dosen UII ke Prof RMUTT
Setelah melakukan serah terima kami berkeliling fakultas dan melihat beberapa laboratorium yang mungkin akan kami gunakan. 
Halaman Tengah 
Tampak atas Fakultas ilmu dan teknologi
Fakultas ini terdiri dari 9 lantai, lantai 8 khusus computer science atau bahasa indonesianya ilmu komputer. Nah berhubung lantai 8 itu jauh maka mahasiswa turun naik dengan menggunakan lift. Katanya beberapa lantai dimiliki oleh jurusan tertentu misal lantai 8 computer science, lantai 9 computer engineering dan lain sebagainya. 
Dilantai 8 lah kami akan melakukan tugas penelitian kami. Dan salah satu ruang kerja kami sudah terdapat beberapa kursi roda yang telah selesai dikerjakan. Kursi roda inilah project kami 2 bulan kedepan, tugas kami adalah membuat sebuah program android yang dapat mengendalikan kursi roda ini. Baik dengan menggunakan tombol, sensor gyro dan perintah suara.
Kursi Roda elektronik
Halaman Tengah

Halaman tengah dengan suasana tersendiri, mungkin ini dibuat agar mahasiswa (dalam bahasa thailand disebut bandit) lebih betah tinggal di Kampus. Memiliki corak warna seperti di TK, mungkin biar mahasiswanya tidak cepat bosan. Setau saya di perusahaan google dan microsoft juga menggunakan warna seperti ini pada setiap kantornya. Cara ini dinilai efektif untuk mengurangi kejenuhan.
Fakultas Liberal Arts
Panorama sebelah fakultas
Danau Buatan
Ini merupakan danau buatan, luasnya bisa jadi lebih dari 6x lapangan sepak bola. Danau ini dibuat dalam rangka menanggulangi banjir, mereka membuat aliran sungai kecil yang menuju danau ini. Diharapkan ketika hujan besar universitas tidak akan banjir. Selain sebagai tempat untuk membendung air, danau ini juga sering digunakan untuk bersantai, pemandangan disekitar danau ini juga sangat bagus. Pohon-pohon tertata rapi dan terlihat beberapa model sedang melakukan sesi foto disana.
Warnet Gratis
Semua mahasiswa  dapat mengakses gratis ditempat ini, suasana disini sangat nyaman dan tenang. Ditambah lagi kecepatan internet yang sangat baik, kemarin sempat ngecek sampai 5MBps. Kalo ini di UII pasti sudah nggak ada komputer yang nganggur.

Tempat Nonton

Di tempat ini mahasiswa dapat menonton film bioskop tanpa perlu membayar sedikitpun. Sebagai konsekuensinya mereka harus menonton film yang sudah tayang di box office beberapa minggu yang lalu. Tentu saja pihak universitas harus menghargai film box office yang resmi. Di tempat ini bandit (siswa) tinggal menunjukkan KTM kemudian memilih film yang hendak ia tonton. Saya melihat 2-3 buku binder yang memperlihatkan judul buku yang mereka miliki.

Di atas tempat ini adalah ruang perpustakaan, masalahnya adalah sebagian besar buku ditulis dengan aksara thailand. Dari 5 buku yang saya ambil secara random, semua buku menggunakan bahasa thailand. Padahal dari judulnya terlihat seperti menggunakan bahasa inggris.
Uang amal
Begini cara mereka melakukan perbuatan amal, salah seorang tourguide kami mengatakan setiap orang yang ingin menyumbang harus mengikat uang yang ia punya di salah satu lidi, kemudian meletakkannya pada tempat ini. Uang yang telah terkumpul akan digunakan dalam kegiatan amal atau akan disumbangakan ke orang yang tidak mampu
Mini Bus Tampak Depan

Mini Bus Tampak Belakang
Disini kebanyakan siswa bepergian menggunakan bus atau jalan kaki. Nah karena universitas ini sangat luas maka mahasiswa sebagian besar menggunakan mini bus ini untuk pergi dari satu tempat ketempat lain. Disini disediakan 10 unit minibus sehingga mahasiswa tidak perlu menunggu terlalu lama ketika ingin menaiki bus ini. Kelemahannya adalah semua supir tidak ada yang mengerti bahasa inggris, jadi kita sebagai orang asing harus bisa ngomong thailand terlebih dahulu, atau setidaknya memiliki catatan alamat yang akan diberikan kepada si pak supir.
Seharian kami berkeliling kampus, karena panas, puasa dan memang jarak yang cukup jauh jadi kami memutuskan untuk tidak pergi keluar kampus. Secara general memang kampus ini memiliki fasilitas yang sangat baik, jujur aku belum pernah menemukan fasilitas kampus sebaik ini. Akan tetapi di kampus ini masih minim orang yang bisa berbahasa inggris sehingga sulit untuk beradaptasi dan berbaur dengan mereka.
Malam harinya kami mendapatkan undangan makan malam disalah satu restaurant terkenal di bangkok. Makanannya sangat enak, memang terasa aneh dilidah ku tapi rasanya buat kamu mau lagi-lagi dan lagi. Makanan disini rasanya sangat asam, tapi asam tersebut tidak kecut seperti di indonesia, paduan bumbunya memang sangat mengikat lidah para penikmatnya. Kami bebas memilih makanan apapun yang kami mau, dan kami makan makanan terbaik tanpa dicampur nasi, you could say lauk pakai banyak lauk. Setelah makan kami pergi ke department store untuk membeli perlengkapan sehari-hari. Jam 10 kami pulang ke asrama. 
To Be Continued…

Leave a Reply