Perahu Cinta

 

Cinta, sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Emosi yang begitu kuat hingga sering kali membutakan mata setiap insan yang sedang dipermainkannya. Karena cinta seseorang dapat berubah menjadi pribadi emas atau mungkin malah terjatuh kedalam lubang lumpur yang gelap dan kotor. Karena cinta, terkadang waktu seolah berubah dimensinya, memanjang dan memendek sesuai keadaan hati insan yang sedang dimabuknya. Karena cinta juga sering kali kita meninggalkan logika demi menurutkan perasaan yang berjalan tanpa arah.
image source : https://masden18.wordpress.com/2011/10/31/love-is-blaen-plesetan-love-is-blind/

Akan tetapi, bukankah cinta bukan sekedar sepenggal kata-kata I love you, I need you, I miss you atau sederetan kata-kata aku padamu lainnya?. Bukankan cinta adalah tentang bagaimana keluargamu dan keluargaku, bagaimana ibumu dan ibuku. Karena tak peduli seberapa besar cinta itu, jika ibumu berat menerimaku maka “I love you” tidak akan pernah cukup karena bagaimanapun SURGAmu akan selalu terletak di telapak kaki IBUmu. Cinta yang serius adalah tentang bagaimana menyatukan dua keluarga yang diselimuti keridhoan dan keikhlasan dari keduanya karena cinta ini bukan hanya milik kita berdua, selalu ada restu dan doa mereka dari belakang.

Cinta tak seharusnya sekedar menuruti perasaan atau keinginan untuk selalu bersama. Pada usia ini kita harus sadar bahwa cinta saja tidak cukup untuk membuat sebuah hubungan berhasil. Ada faktor-faktor lain yang lebih krusial dari perasaan. Hal-hal teknis seperti pendidikan, jarak, karir, pola fikir dan gaya hidup faktanya sangat menentukan bertahan atau tidaknya sebuah hubungan. Jika tidak, maka perahu cinta itu hanya akan terombang ambing di samudra lepas tanpa tau tujuan untuk berlabuh.

image source : https://wingsofwhimsy.wordpress.com/2013/06/13/harbor-of-love-1915-free-printable-sheet-music/

Cinta seharusnya jelas dengan arah dan tujuan. Bukan bertahan pada hubungan yang hanya berlandaskan kata “sudah terlalu cinta” dan tersesat pada tujuan fatamorgana. Cinta ibarat kapal yang berada di tengah samudra. Tak perduli betapa besar sebuah kapal, jika terombang-ambing di samudra tanpa arah dan tujuan maka lambat laut kan karam juga. Sebaliknya, perahu nelayan yang kecil, meski tertatih dan hampir tenggelam melawan ombak yang keras, ia masih mampu berjuang untuk mencapai tujuan akhirnya, “Rumah”.

Tak ada nahkoda kapal yang baik kecuali dia tau bagaimana memimpin kapal dan seisinya demi menggapai satu tujuan. Hingga saat itu tiba, maka lebih baik nahkoda itu belajar untuk melihat tujuan tersebut. Melihat pelabuhan tujuannya, muara terakhir dari perjalanannya…

30-04-2015

Leave a Reply