Dear calon istri

Img src: http://www.simplemost.com/habits-happy-couples/

Hai apa kabar kamu disana? Semoga kamu selalu dibawah perlindungan-NYA ya.
Alhamdulillah disini aku baik-baik aja, semoga engkau juga demikian. Amanahku, jangan lupa sholatnya, jaga kesehatan, makan teratur dan sayurnya jangan lupa dimaem juga. hahaha… 


Kamu lagi ngapain? Mungkin kamu sekarang sedang sibuk memantaskan diri ya?, percayalah aku juga demikian. Aku memang belum sempurna dan tak akan pernah sempurna, tapi aku berjanji akan berusaha menjadi imam sekaligus ayah terbaik untuk kamu dan anak-anak kita kelak. Sampai saat itu tiba, jangan pernah mengeluh apalagi menyerah atas cobaan yang engkau alami, karna semua cobaan itulah yang akan menempa kita menjadi pribadi yang lebih baik. Ingatlah, aku di belahan bumi yang lain sedang berjuang bersamamu. Semoga perjuangan kita menjumpai akhir yang bahagia baik di dunia maupun di akhirat. 


Tau nggak sih aku sering diejek jomblo sejati bahkan dikira gay karena tidak pernah ada wanita yang menjadi kekasihku. Itu semua sengaja aku lakukan agar kelak ketika aku bertemu denganmu, aku akan jatuh cinta sedalam-dalamnya. Aku yakin yang pertama selalu sulit dilupakan, itu kenapa aku tak ingin ada ingatan wanita lain di kepalaku selain kamu. Karena aku ingin engkaulah kekasih pertama sekaligus yang terakhir untukku. Memang tidak mudah membentengi hati ini, tapi aku percaya kamulah orang satu-satunya yang berhak menjadi kekasih pertamaku. Semoga kau juga melakukan hal yang sama. 🙂

Aku tak sabar menggenggam erat kedua tanganmu, sambil berbagi cerita hidup masing-masing. Pasti akan kutatap dalam-dalam kedua matamu, menangkap binar antusias di matamu sembari menghayati seluruh isi cerita hidupmu. Aku yakin satu malam tak akan cukup untuk menceritakan itu semua, dan tenang saja karena aku tak akan pernah 
bosan mendengar celotehanmu, bahkan jika kau ceritakan itu berulang-ulang. 

Tenang kamu nggak harus cantik. Aku bukan orang yang menempatkan kecantikan diatas segala-galanya, tapi cara kamu berpakaian cukup penting bagiku. Tidak perlu mewah dan mahal, cukup rapi dan sesuai dengan keadaan, itu saja sudah sangat cukup bagiku. Oh iya aku mengerti make up penting buat kalian, tapi jangan terlalu banyak menggunakan make up ya, aku sering sekali sedih melihat wanita yang luntur make up nya setelah berwudhu. Semoga kamu tidak demikian ya, karena kamu tau, aku selalu kesulitan memberi tau mu jika make up kamu tidak seperti semula. 

Sayangku, memiliki istri yang piawai di dapur merupakan impian semua pria, tapi tenanglah sayang, yang utama bagiku adalah kepribadian dan pola fikirmu, jadi tak perlu kau berusaha belajar di dapur setiap hari untuk membahagiakan diriku, cukup luaskan wawasanmu, perbaiki budi pekertimu, agar kamu siap mendampingiku mendidik anak-anak kita kelak. Sungguh mendidik anak-anak kita bersama adalah kebahagiaan tersendiri untukku.

Sayangku, perselisihan pada sebuah pasangan pasti akan terjadi, yang paling penting adalah bagaimana kita menyelesaikannya. Saat ini aku sedang belajar mengerti keinginan wanita, agar kelak ketika kita berselisih, aku akan mengerti keinginanmu. Tapi bisa jadi akulah yang akan marah atau bahkan kecewa. Aku harap kamu juga punya cara jitu untuk mengatasi semua itu. Percayalah aku tak akan pernah mampu untuk benar-benar marah kepadamu. Yang aku butuhkan hanya pengertian dan kata maaf yang ikhlas dari mulutmu.

Wahai pujaan hatiku, saat kita bersama kelak, kita pasti akan merasakan jatuh bangunnya kehidupan. Saat momen-momen itu tiba, aku mohon tetaplah berada disampingku, genggam erat tanganku dan mari kita hadapi itu semua bersama. Janjiku padamu, akan selalu tampak kuat dan tegar di hadapanmu, janganlah engkau mengomel karena aku seolah tak peduli dengan masalah kita, hal itu aku lakukan tak lain untuk menguatkanmu sayang. Tentu aku akan resah dan bimbang, tapi sekuat mungkin tak akan pernah aku tunjukkan itu di hadapanmu, tidak saat kita sedang bersama.

Calon istriku, salahkah aku jika mengharapkanmu beraktifitas? Aku tak akan menuntutmu bekerja ini dan itu, karena memang kewajibanku menafkahimu. Aku hanya tak ingin kamu merasa jenuh berada di rumah setiap hari, aku mengerti pekerjaan rumah bukanlah pekerjaan yang ringan dan sangat membosankan, untuk itu beraktifitaslah. Tapi beraktifitaslah secukupnya, jangan melebihi jam kerjaku dan tetap prioritaskan keluarga, aku tak ingin kamu terlalu kelelahan karena terlalu banyak aktifitas. Lagi pula pasti ngegemesin banget melihat muka lelahmu saat aku menjemputmu usai beraktifitas. Oh iya, tolong luangkan juga weekend-mu buat keluarga, aku ingin mengukir momen-momen keluarga diakhir pekan seperti picnic, shopping, nonton, dan hal-hal seru lainnya. Travelling keluar negeri? siapa takut. hehehe…

Demikian dulu surat dari saya, 
Tetap semangat membangun jati diri ya,
Semoga kita segera dipertemukan.
See you very soon dear!!!

Leave a Reply