Motivation

Motivation

What was your strongest reason to do something?ย I mean, something that crazily drives you to act or behave in a certain way. Do you still remember what was it?

Some of you might say most of the reasons are money, reward, experience, or acknowledgement. Some even say game station, food, and toys. I think there is totally nothing wrong with all of them. Sometimes I got my motivation from those reasons as well.

And sometimes people get motivation in a very mysterious way. She is “The Altair“, a girl who turns my world upside down, from unmotivated person into a man who is willing to struggle to pursue his dreams. Read more

Generasi Pembelajar

 

Saat rantau menawarkan beribu goda dan harapan,
kampung halaman terasa sungguh meragukan.

Di bawah naungan bujuk rayu materi,
tanah air terasa hanya sekedar melankoli.

Wajar jika keraguan merajalela,
Indonesia tampak belum menjanjikan apa-apa.

Tapi ibu pertiwi tak pernah bosan memanggil,
perantau kuyup dengan perasaan sentimentil.

Dipantik oleh ingatan dan kenangan,
rindu tanah air kelahiran pasti tak tertahankan.

Namun kepulangan jangan semata memuaskan kerinduan,
Indonesia butuh sumbangsih mereka yang berpengetahuan.

Begitu banyak agenda bersama yang harus direalisasikan,
mimpi dan harapan yang harus jadi kenyataan.

Kami amat risau menunggu,
kepulangan kalian yang sedang berguru.

Pulanglah kapanpun kalian mau,
saudara-saudaramu juga sangat ingin maju.

Rawe-rawe rantas, malang-malang putung,
kita bikin Indonesia menjadi bangsa yang agung.

Mata Najwa, Generasi Pembelajar
21 November 2016.

Read more

BACA DEH!!! (untuk adik kecilku yang sedang merantau)

Selamat datang mahasiswi baru Universitas Islam Indonesia. ๐Ÿ˜€
ย 
Semoga betah tinggal di jogja ya, tenang aja jogja berhati nyaman kok. Abang belum pernah dengar orang nggak suka tinggal di jogja. Yang ada banyak orang yang pingin berlama-lama tinggal di jogja. Hehehe

 

Jangan takut untuk hidup merantau, awalnya memang agak sulit, tapi lama-kelamaan terbiasa dan bisa dibawa asik kok. Asal jangan disalah gunakan aja. Akan ada banyak hal yang bisa kamu pelajari disini, di tanah perantauan. Belajar hidup mandiri, berjuang menghadapi masalah sendiri, belum lagi lingkungan yang mendukung pembelajaran. Dan bakal banyak lagi pelajaran hidup yang bakal kamu temuin di tanah perantauan ini. Eh ada puisi yang sangat abang sukai dari imam syafiโ€™i :
MERANTAULAH
Orang pandai dan beradab tak kan diam di kapung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang

Pergilah, kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

Singa tak kan pernah memangsa jika tak tinggal kan sarang
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak kan kena sasaran

Jika saja matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam,
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman,
Orang-orang tak kan menunggu saat munculnya datang

Biji emas bagai tanah biasa sebelum digali dari tambang
Setelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkan

Kayu gaharu tak ubahnya kayu biasa di dalam hutan
Jika dibawa ke kota berubah mahal seperti emas

Read more

Ujian Sebenarnya

31 januari 2013, mungkin bagi sebagian orang hari ini adalah hari terakhir ujian dan merupakan awal dari liburan panjang. tapi mungkin tidak untuk saya dan sebagian orang lainnya, sementara yang lain sudah bersiap untuk mudik atau bahkan bersiap untuk wisata sekelompok orang ini justru mempersiapkan diri untuk ujian yang sesungguhnya.

Memang benar Ujian akhir semester atau biasa disebut UAS, tapi menurut saya dan sebagian orang ini hari terakhir UAS merupakan hari terakhir liburan kami. Terang saja, hanya disaat UAS ini kami merasakan bebas dari tugas, kuliah dan tekanan. Sedangkan dihari normal kami ditekan dengan penelitian, riset, tugas, organisasi sementara disisi yang lain tidak boleh meninggalkan kuliah.Tanpa disadari belajar untuk UAS adalah belajar untuk mengetahui, bukan untuk mengerti. Tentu saja dengan begitu ilmu yang kita dapatkan juga akan sekedarnya, dan nantinya ilmu tersebut hanya akan menjadi kenangan belaka.

Saya jadi teringat dengan beberapa matapelajaran yang dulu mati-matian saya pelajari, contoh saja IPS untuk anak SD. Toh sampai sekarang saya tidak mengerti apa itu pembagian wilayah tingkat 1, tingkat 2 dan seterusnya,  saya juga tidak ingat lagi kerajaan-kerajaan yang dulu mati-matian saya hafalkan. Saya juga sudah lupa peta buta yang saya hafalkan dulu. MASALAH? yah inilah efek dari belajar hanya untuk tuntutan. Okelah nilai bisa saja tinggi, tapi apakah nilai yang dulu saya kejar berpengaruh pada hidupku sekarang? tentu saja jawabannya TIDAK!!!.

Belajar untuk UAS? menurutku apalah artinya belajar jika belajar itu hanya untuk sebuah formalitas, apalah artinya belajar jika belajar itu hanya untuk mengejar nilai ujian yang pada akhirnya hanya merujuk pada nilai akhir. Tidak ada artinya kita belajar, menghafal, berlatih dengan keras jika pada akhirnya hanya digunakan untuk sebuah ujian, setelah itu ilmunya hanya menjadi kenangan. Itu kenapa saya tidak begitu terbebani dengan ujian akhir ini, toh cma untuk sebuah nilai. Toh nilai itu hanya untuk sekedar mengetuk pintu pekerjaan, setelah masuk kerja nilai sudah bukan jaminan. Sama halnya dengan kita sekolah, tidak perduli nilai SD mu tinggi atau rendah, SMP sudah beda lagi ceritanya.  Hanya saja tanpa adanya nilai SD akan sulit bagi kita untuk mendapatkan sekolah favorit.

Mulai besok mungkin otak akan 10-15 kali lebih diperas dari hari-hari biasanya, yah menurutku inilah belajar yang sebenarnya, belajar yang tidak berorientasi kepada nilai tapi berorientasi pengetahuan, belajar yang tidak terkurung oleh suatu ruang formalitas melainkan jauh untuk mengembangkan potensi kedepan, belajar yang bukan untuk sekedar memenuhi tuntutan perkuliahan tapi untuk diri sendiri, belajar yang bukan karena keterpaksanaan dan beban akan tetapi belajar yang karena keinginan untuk maju, bukan juga belajar yang hanya untuk mendapatkan title atau sekedar pujian tapi belajar demi tercapainya cita-cita.
Walaupun memang berat rasanya meninggalkan liburan, tapi demi integritas, tanggung jawab dan impian, hal ini bukanlah suatu pengorbanan yang berarti. Begitu lengkap, belajar demi kebaikan dan pengalaman sendiri tentu sudah menjadi nilai plus tersendiri untuk terus belajar, ditambah lagi belajar sambil praktek dan bermain sehingga semuanya dilakukan karna hobby dan dilain pihak ada tanggung jawab yang akan terus menjadi pegeangan kami dalam proses belajar mengajar ini.
————————————————————————————————————
31 januari 2013
#Random

MERANTAU

Merantau, kata itu lah yg sebentar lagi akan ku jalani. Ntah apa yang aku fikirkan hingga aku memutuskan untuk pergi merantau, semua alasan begitu abstract di dalam fikiranku dan kini tak ada jalan untuk kembali, aku harus melanjutkan langkah yang sudah kumulai.

Ku harap perantauanku ini bukan untuk meninggikan ego, kuharap akal sehat dan komitmenku jauh lebih besar daripada egoku, dan sungguh ku berharap bahwa cita-citaku ini tidak hanya untuk kesenangan sementara.

Dari berbagai aspek telah kupertimbangkan, akreditasi, pergaulan, kualitas teman, fasilitas, hingga tekad untuk menjadi lebih dewasa pun telah aku pertimbangkan, tapi ntah mengapa semakin dekat waktuku untuk melangkah aku semakin meragu.

“Yakin dan bersungguh-sungguhlah dalam suatu pekerjaan, maka semua akan indah pada waktunya”, kalimat itulah yg selalu menjadi kata-kataku saat meyakinkan orang tua, tapi kini bahkan diriku sendirilah yang meragukan kalimat itu.

Memang benar semua tekadku untuk merantau bukanlah tekad yang tidak beralasan, semua nya sungguh cita-cita yg baik bagiku, karena aku bertekad bahwa aku harus berprestasi dalam bidangku ini, aku harus menjadi orang yang berguna saat aku selesai dari studiku ini. Tapi kini aku ragu, aku takut kalau ini hanya keinginan sesaat, aku takut bidang ku ini hanyalah hobi sementara ku saja dan aku takut ilmu yang ku miliki ini tak dapat diterapkan dalam kehidupan sebenarnya.

Ya ALLAH, tunjukanlah jalan yang terbaik bagiku, kuatkanlah pundakku agar mampu menopang semua tanggung jawab ku, Ya ALLAH kuserahkan semua kehidupan ku hanya di jalanmu.