Asmara Nusantara

Lagu Asamara Nusantara dari Budi Doremi kembali menjadi soundtrack untuk program yang saya lalui kali ini. Alunan melodi yang lembut menyapa telinga selalu menjadi penenang yang ampuh saat besarnya tuntutan selama program. Dan lirik yang dalam dan sesuai dengan kondisi kami menjadikan lagu ini “sempurna” untuk dijadikan soundtrack SIYLEP 2017.

waktu itu kamu pakai baju merah
yang ku tahu aku pakai baju putih
kita bergandengan menyusuri kota
dan cinta kita seperti indonesia

Read more

Seleksi PPAN – Final

Ditengah lembutnya terpaan angin padang rumput, tiba-tiba hpku berdering. Dering pengingat akan pengumuman kandidat yang lolos ketahap final seleksi PPAN.

Kebetulan hari itu kelasku sedang kosong sehingga aku memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan bersantai di runway bandara di kotaku. Memang kegiatan beberapa minggu belakangan membuat waktu me-time ku berkurang. Biasanya aku habiskan waktu seperti ini dengan membaca novel atau menulis cerita.

Serentak degub jantung semakin cepat ketika membaca pengingat yang ku pasang. Novel ku tutup dan simpan dalam tas kecilku. Jemari kemudian berlomba untuk menekan tuts keyboard pada layar tablet, mengetik alamat website PCMI Jogja dimana pengumuman akan dipublish.

Halaman web terbuka perlahan seiring mata bergerilya mencari teks pengumuman finalis. Hei my name’s on the list!. Segera aku mengecup tabletku sambil mengucap Alhamdulilah. Aku merasa mempiku sudah di depan mata. Hanya butuh kemauan lebih untuk terus berjuang menjadikan impian itu menjadi nyata. Segera aku screenshot pengumuman itu dan ku kirim ke keluargaku. Tak lupa aku kabari beberapa kerabat dekatku. Hari itu senyum ku mekar hingga aku tidur, atau bahkan bisa jadi, tidurku pun tetap tersenyum saking senang nya.

—–***—–

Beberapa minggu kemudian proses seleksi final diselenggarakan. Seleksi terakhir ini dilakukan dengan mekanisme karantina selama 3 hari 2 malam. Seluruh kegiatan didesain dengan padat untuk melihat kedisiplinan pesertanya, selain itu tes yang beraneka ragam memaksa seluruh kandidat mengeluarkan kemampuan terbaiknya, bahkan untuk ranah yang tidak mereka mengerti.

Seleksi dibuka dengan penilaian public speaking selama 2 menit. Topic yang diberikan merupakan isu internasional dan berbeda untuk setiap orang nya. Jujur aku sendiri tidak mengerti mengenai topic yang aku dapatkan. Yang aku tampilkan adalah topik lain yang mungkin mirip dengan kasusku. Yah setidaknya mereka dapat menilai usaha yang aku berikan meskipun topic melenceng kesegala arah.

—–***—–

Program selanjutnya adalah skill individu. Peserta kembali diminta untuk menampilkan pertunjukan individu selama 20 menit. Kali ini aku tak tampil tanpa persiapan. Aku telah melakukan latihan beberapa tarian daerah dari berbagai provinsi melalui tutorial youtube. Tidak lupa aku menghafalkan beberapa lagu daerah yang mudah dihafalkan jika ternyata waktu yang dibutuhkan tarian tidak mencukupi. Lebih dari itu, aku juga meminjam baju khas daerahku di Asrama putra daerah.

Waktu tampilku pun tiba. Aku tak sempat menghitung seluruh panitia di ruangan. Yang aku ingat ada 3 orang yang aku perhatikan terus menulis selama penampilanku sambil mencatat sesuatu. Sedangkan panitia yang lain hanya memperhatikan sambil memberikan instruksi skill individu.

Ku awali penampilanku dengan menarikan tarian nusantara. Sama seperti saat seleksi wawancara, baru sebentar aku menari dan musikpun dimatikan. Bedanya, kali ini aku ditantang dengan spontan menarikan tarian sesuai irama musik yang dipilih oleh dewan juri. Aku cukup kesulitan menyesuaikan irama lagu dengan tarian, mungkin ini akibat aku baru melatih gerakan beberapa hari sebelum seleksi. Tugas selanjutnya adalah menyanyikan lagu daerah, kubawakan lagu Batu belah yang telah kuhafalkan saat menunggu antrian tampil. Setelah itu aku diminta melakukan story telling mengenai legenda dibalik lagu tersebut. Setelah story telling, kemampuan individu yang dites adalah bermain musik. Jeng jeng… Tak satupun alat musik yang bisa aku mainkan selain pianika, itupun terbatas lagu-lagu wajib untuk upacara hari senin. Alhasil, sesi ini aku lewati dengan memalukan.

—–***—–

Malam selanjutnya disebut sesi konfirmasi, pada tes kali ini kami satu persatu maju untuk menjawab pertanyaan. Bedanya tes kali ini adalah proses tanya jawab dilakukan sambil penekanan mental dari dewan juri. Pada giliranku, kuhitung ada sampai 7 dewan juri yang memperhatikan ditambah 1 dewan juri yang duduk disudut ruangan memperhatikan gerak-gerikku, yang kemudian aku fikir seorang psikolog.

Seleksi PPAN – Semifinal

Seleksi PPAN – Semifinal

Alhamdulillah usahaku pada wawancara imyep tidak sia-sia dan aku lolos bersama 39 kandidat lainnya ke fase berikutnya.

Dua hari setelah pengumuman semua semifinalis dikumpulkan untuk mengikuti briefing. Kami semua dikumpulkan pada satu ruang yang kemudian akan diberikan tugas secara individu selama dua hari.

Tugas yang aku dapat bertema “business culinary”. Tugas ini dapat diselesaikan dengan membuat artikel ilmiah, proposal kegiatan, photography atau vidiografi. Aku memutuskan memanfaatkan kemampuanku dibidang vidiografi, lagi pula pada video tersebut dapat aku selipkan beberapa foto yang mungkin menjadi nilai tambah untuk kemampuan fotografiku.

Malamnya aku langsung mengonsep video yang akan dibuat, mulai dari list tempat, potongan yang akan diambil dan musik yang akan digunakan sebagai backsound. Aku juga tidak lupa mengontak temenku yang memiliki kamera bagus untuk merekam.

Keesokan harinya aku mulai mengontak tempat-tempat yang sudah aku list untuk mendapatkan izin meliput. Banyak tempat yang menolak untuk diliput, sebagian lagi bersedia diliput setelah proposal diACC. Waktu untuk proses birokrasi proposal tidak akan cukup dengan deadline yang relatif singkat. Akhirnya aku memutuskan untuk meliput seadanya.

Read more

Seleksi PPAN – Wawancara

Seleksi PPAN – Wawancara

Setelah cerita terakhirku pada seleksi PPAN, Alhamdulillah usahaku tidak sia-sia dan aku lolos ke fase kedua, fase wawancara.

Seleksi diadakan pada hari sabtu dari jam 8 hingga jam 2 siang. Aku berangkat jam setengah 8 agar mendapat giliran awal dan memiliki cukup waktu untuk menyiapkan diri. Sesampainya disana, ternyata aku sudah mendapatkan antrian ke 84 dari sekitar 120 orang yang lolos pada fase ini.

Ok, there’s no chill with these people. I thought I was the only one who is going to the extramiles. Which later I realized everybody does the same thing.

Kembali pada fase wawancara, pada seleksi kali ini kandidat akan mengikuti 3 proses wawancara. Pertama merupakan wawancara mengenai pemahaman konsep nasionalisme. Meja kedua merupakan wawancara mengenai wawasan program. Yang ketiga adalah wawancara mengenai kemampuan individu.

Aku baru dipanggil pada wawancara pertama pada pukul 10. Meja pertama adalah wawancara mengenai konsep nasionalisme. Well, aku sangat percaya diri pada meja ini karna telah berbekal cukup pengalaman wawancara dibidang ini. Kembali Pancasila adalah hal yang benar-benar harus dipahami baik maknanya maupun pengamalannya. Singkat cerita aku melalui bagian ini dengan mulus.

Read more

Lessons from Google Science Fair

Hi today i’m gonna share my problems here.

I’ve worked in robotic club for 2 years and passed many failed in my experiments. Started from my research in measuring object distance using stereo vision method. I’ve took thousands samples for that research, it was tiring and vary boring but my senior kept forcing me to finish the research. I did it in 3 months, and the result is not as accurate as we expected. But when i look at the other side i realized that i should have be proud of for what i’ve done, i’m the one who accomplished a research in the first semester. Even it’s just a failed experiments, we keep publish them on national journal because my lecturer said that failed is also a lesson.

The second failed is when i tried to make fire fighter robot. I did it in second semester, we took six months to make the robot. The robot was able to find the fire in labirin. It also able to extinguished the fire using its fan.We lost at the competition because we can’t made an efficient algorithm and the other team could extinguished the fire faster than us. I thought i was failed just because i can’t won the competition.

The third failed is when i tried to make robot humanoid soccer in third and fourth semester. And i’ve wrote them in previous article. I thought i was failed to. I thought it wasn’t fair because i sacrificed many things on it and can’t win the competition.

And this year is the last year for me to join the competition. I’ve frustrated of working on it, many things didn’t go well and we don’t know why. I am working with my team which is consist of 7 people. Three people from mechanical engineering, two people from  electrical engineering and 2 from informatics engineering. Each person have their own capabilities, but we still can’t fix our problems.

Yesterday, i found a new channels in youtube, it’s about google science fair. There were many young scientist who invented a great technology. I wonder how can they invent such as technology in their age. I was curious and watched the event from the opening ceremony, there was something interesting on the opening ceremony. It was a great greeting from Susan Wojcicki the senior vice president at google and science anthisiast.

“No matter who wins, i know all of you will go on to do amazing things. And i hope you continue your love of science, and i hope you continue thinking big, and i hope you continue your ambitions, and i hope you keep trying for things go well and things that don’t go well. That’s part of being a scientist, is trying to figure out what worked and didn’t work and then making it better the next time.”

 I love that quotes, i never knew that failed is a part of being scientist. I remember that Thomas Alva Edison were failed for thousands times and it took years for him to make the first lamp. How can i be a scientist if a little pressure will knock me down. They tried for years, i just tried for months and i wanna give it up?. I’ve learned that being scientist is not about winning competition, because competition is just a reference point so we can compete to each other.

I was continued watching the next video, it’s a video from young scientist from canada who invent a flashlight using energy from human heat. Her name is Ann Makosinski and she is 16 years old, can you imagine how could a little girl make such a great invention. It seems crazy but there she is, the one who harvest human heat for flashlight energy. I kept watching the video and found some great statement from her:

“I think the biggest mistake people make about kids who enter science fairs, is that we are top of the class, straight A students. I am not the genius nerd some people expect me to be!. I think the only difference is that we’re always questioning how things work.”

And the end of the video she said:

“I’ve learned that we shouldn’t be scared by how crazy our ideas seem. Harvesting human heat? I thought that only happened in the movies!”

 Some people said that the people who enter robotics club is a freak genius, sometimes i’m proud of it but sometimes i really want to say that robotics is not a set of genius people. We just have a spirit to make our dreams real. We have bravery to think big, to think beyond what other think. 

Ever since i was a kid, i’ve been interested in robotics, tried to fix every toys and made some modification on them even though it will be broken in the end. I thought working on robotics is only a dream, but i really tried to make it real even i didn’t know what to do. I remember when some of my friends said that  i’m crazy, but i keep building my dreams and now i realize that we shouldn’t be scared by how crazy our ideas seem.

I continued to watch the next video, and it was came from young scientist from istanbul turkey. Her name is elif bilgin 16 years old, she invented a bio plastic from banana’s peels. She did the research for 2 years. Can you imagine 14 years old girl took a research for next 2 years?. She was willingly to leave their comfort zone. It’s surely a great decision for her and the result is much more than excellent. In the video she said that:

“I actualy quits for a while in the middle of the first year, for like three months and then i said well i came so far why i have to stop now. My prinsip is allowed me to discover something really new.”

“People should never give up on their goals, i didn’t and i discovered something brand new and this really suprised me.”

It’s not only you who ever feel the failure,  everyone who had a great dream will fall many times. They just can handled it, and making it better the next time. The question is, can we manage our spirits and accept the failure?, because without spirit we will never gain our goals, and without failure we will never know what success really means.